Selasa, 08 Mei 2012

Dini : Perkenalan Yang 'Singkat'


Cerita ini aku alami sendiri tiga hari lalu:

Di suatu malam yang gelap, suasana begitu terasa sepi, ga ada petir, ga ada angin. Yang ada hanya aku dan kegalauanku sendiri. Hatiku sedang ga karuan kala itu. Kecoa yang seliweran di depan mata tak ku perdulikan lagi. Aku benar-benar kalau maksimal berkaret dua. Namun tiba-tiba henpon ku berbunyi, "dari nomer baru" pikirku. Ku angkat aja siapa tau orang yang ku kenal:

"Halo..." aku memulai pembicaraan.
"Halo... Boleh kenalan ga?" suara cewek, dari suaranya yang serak-serak manja, dia pasti cantik.
" Boleh... dapat nomer aku dari mana?" aku ga mau asal kenalan dong. Harus tanya2 dulu.
"Aku asal pencet aja tadi" dia menjawab dengan nada yang sama ketika bilang halo.
"Serius?" aku kurang percaya sih sebenarnya. Tapi ga apa-apa lah dari pada aku suntuk ga ngapa-ngapain di kos, mending ada teman ngobrol kan? dan kami pun kenalan. 
Singkat telepon, aku akhirnya aku tau nama dia Dini, tinggal di Batubara, usianya beranjak 20 tahun, tamat SMA dia ga melanjutkat kuliah. Dia pengen cari temen aja. Katanya sih dia ga butuh cowok (bohong besar). hahaha...

Ohya, hampir lupa, pas kenalan aku ga pakai nama asli, nama yang ku pakai saat tu adalah Riky *kalau ha salah ya?*.

Singkat cerita obrolan kami pun berakhir, dia sidah ngantuk katanya. Yasudalah pikirku... aku bisa lanjutin nonton Bioskop TransTV. Hahahaha...

Sejak hari itu si Dini ga pernah ngsih kabar lagi, Sms ga pernah nelpon ga pernah *Aku ga punya pulsa!!!*. Namun di hari ke dua dia ga ngasih kabar, tiba-tiba aku mendapat sms dari nomer Dini. Isinya aku kurang paham, dia pakai bahasa alay yang tak ku mengerti, cara dia menyingkat-nyingkat kata bikin Sarjana ber-IPK Sangat Memuaskan ini bingung tak berdaya. Yang aku mengerti cuma kata;
"ne kk y" ==> Ini kakaknya maksudnya.
 Namun ada kalimat yang aku pikir aku salah baca;
"dini ud g da" mungkin aku salah baca atau ne orang salah ketik. 
Dan sms itu pun ga aku balas sama sekali, bukan karena malas atau gmn, tapi sms nya aku kurang mengerti. Namun tiba-tiba Dini ngesms lagi, kali ini dengan bahasa yang aku mengerti,  isinya kira-kira begini;
"Dininya udah  ga ada, ini kakanya, ini amanah dari Dini biar di kasih tau sama semua kawan-kawannya" *aku terkejut teman-teman* ini terlalu horor bagi aku. aku ga tau mau bilang apa.
"Innalillahi" Sms kakak si Dini aku balas
"Thanks ya" Kakak Dini membalas seadanya.
"Meninggal kenapa kak?" aku bener2 ingin tau.
"sakit," dan smsan kami pun berhenti di situ.
 Satu pertanyaan aku setelah itu "Apakah Dini nelpon aku pada saat sekarat?" ah... sudahlah... Semoga dia di terima di Sisi-Nya.

Ohya, aku kepikiran juga Mungkin si Dini Ngerjain aku?. Jika itu benar, dia lumayan berbakat buat masuk jadi tim Supertrap. Tapi klo memang aku benar-benar di kerjain, "masa gitu aja?" ga ada sms setelah itu. Pura-purak jadi hantu yang neror-neror aku gituh. Tapi sampai saat ini, benar-benar ga ada kabar lagi. Yasudahlah...

Kisah ini benar-benar nyata lo teman-teman. Anoe ga bohong. 

Note: Klo Dini benar-benar udah tiada, smoga amal ibadahnya diterima di sisi-Nya.

Jumat, 27 April 2012

Dilema Sarjana


Sebenarnya aku lagi ga niat banget buat posting. Mungkin karena telah terjadi kekacauan di otak kanan ku. Mungkin akibat masa transisi dari mahasiswa jadi sarjana kali ya? Jadi ada sedikit peralihan antara pemikiran waktu zaman kuliah dengan pemikiran setelah mendapat gelar sarjana.

Yups… aku sudah sarjana sekarang. Sarjana yang menjadi tujuan orang berlomba-lomba untuk dapat duduk di bangku kuliah. Tapi menjadi sarjana itu tidak mudah kawan. Bebannya lebih berat, sarjana itu di mana kau di pacu oleh waktu; sehari, dua hari, seminggu, dua minggu, sebulan, dan seterusnya. Jika jumlah waktu yang telah kau lewati masih belum di barengi oleh kata “I am a employer”. Judul sarjana mu akan semakin menciut seiring dengan berjalannya waktu. Yah… itu lah yang ku bilang beban buat sarjana. Hmm… lebih tepatnya ku bilang tanggung jawab jadi sarjana.

Yah… aku berharap aku bisa dapat pekerjaan secepatnya lah. Hahhaa… doain ya?? Walau postingan ini terkesan curhat tapi yah, ini memang curhat. Hahaha…. 

Jumat, 13 April 2012

Cerrybell bubar????


Ular naga panjangnya bukan kepalang
Mungkin kalian pikir postinganku in berisi tentang gossip terkini yang sedang santer di bicarakan di program gossip  televisi “ Cerrybell bubar??”. Namun anda sama sekali salah. Kali ini aku akan cerita tentang  nasib temanku pasca hengkangnya dua personil cerribell.

Yah… aku punya teman, laki-laki umur beranjak dua puluhan, diam-diam aku tahu dia mengidolakan ceryybell teramat sangat. Bisa aku bayangkan sih, dia tiap hari nari-nari centil di kamar sendirian, bisa jadi juga waktu mandi dia nari-nari. Hahahaha…. *najis*

Oh ya, aku sih kurang tau nama-nama personil cerrybell siapa-sapa aja. Yang aku tau paling hanya si Anisa chibi, itu pun karena salah satu account twitter konyol yang aku follow sering mention tu orang. Namun setelah aku gugling, ternyata yang hengkang adalah Wenda dan Dewi. Aku ga tau  yang mana orangnya, soalnya mereka keliatan sama aja ku liat.


Kembali ke cerita tentang temanku;
Aku ga tau apa  dia sudah mengendus… sekali lagi…. mengandus  kabar ini, tapi yang pasti aku takut untuk mengatakannya, biarlah dia tahu sendiri. Aku takut dia galau lalu berendam dalam bak mandi sambil bernyanyi  “Beby I lov u… lov u… lov u so much *dengan ritme yang lambat, pelan dan mello ala agnes monika ‘karena ku sanggup’*”. Masih terbayang dalam benakku bagaimana dia semangatnya cerita betapa senangnya dia menonton cerribell waktu mereka datang ke Medan. Dia cerita kalau dia nonton paling depan, jadi posisnya dia bisa melihat idolanya jungkir balik, jingkrak-jingrak, makan beling dan ngupas kelapa secara dekat. Posisi dia yang dekat memungkinkan dia buat menjulur-julurkan tangan biar bisa salaman ama idolanya *paling  tidak bonus paha mulus lah… hahaha… (mendongak ke atas)*  

Yah… saran aku ama temanku, yang sabar aja, cerrybell bubar kan masih ada princess, 7ikon ato smash *lempar poni*, atau yang paling hot sekarang, kau bisa ngidolain Trio Macan.
Teman… ingatlah jangan pernah galau… karena kamu cantik… cantik… dari hatimu 

Dari Temanmu

Nunu 54h4b4t 5e74t1


Cemungut eaa….

*kemudian pingsan*

Selasa, 10 April 2012

Lulus Dengan Ganteng

Semalam aku judisium guys. Resmi sudah aku menyandang gelar sarjana… hahhaha… Rasanya sungguh tak terkatakan… Seperti... seperti... seperti melepas gelar mahasiswa gt.


Persiapan
Menurut aku, yudisum itu gampang cuy, hanya duduk manis di kursi, berdiri kalau di suruh berdiri, dan pasang muka terganteng yang kamu punya ketika bersalaman sama dekan dan dosen-dosen. Sederhana bukan? Hahaha…

Tapi yang ribet itu adalah persiapan menjelang hari special itu. Mulai dari siapin baju, celana, jas, sepatu, dll. Dan itu bukan hal yang mudah guys, karena semua orang ingin tampil bagus di hari yudisiun, jadi beban untuk plih-pilih kostum jadi lebih susah dari biasanya. Memilih kostum kali ini sama halnya seperti memilih jodoh, kalau salah pilih, bakalan fatal akibatnya. Selain kaliatan buruk di antara orang-orang yang berpakaian bagus, foto yudisium yang akan terpampang di ruang tamu rumahmu juga bakalan jelek. Apa kata bang Bokir coba??

Maka dari itu, untuk memilih baju, aku minta bantuan kawanku. Dan plihan itu jatuh pada kemeja putih bergaris hitam. Walau aku harus terima fakta kalau bodyku tak sebagus manekin Matahari. Paling tidak aku bisa keliatan sedikit lebih elit dari pada sales panci. Yups… mau gimana lagi. Pilihan sudah ditentukan. Dan aku pasrah…

Lulus DenganGanteng
Kemarin aku dapat kado special dari teman-temanku. Sangat-sangat special. Yang tak semua orang yang yudisium dapat yang seperti ini. Hanya aku…. Hahahha… *sombong*

Piagam Penghargaan



Yups... aku memang ga mendapat penghargaan sebagai mahasiswa dengan index prestasi tertinggi se-fakultas. tapi paling tidak aku dapat penghargaan dari shabat-sahabat aku, itu cukup bikin aku merasa special. hahaha... Thank you guys... I'm really appreciate it.



Senin, 26 Maret 2012

Sepenggal Cerita Si Anak Kampung

Entah kenapa aku jadi teringat masa kecilku. Masa di mana aku masih tinggal di kampung dulu. Tidak ada yang namanya PS, tidak ada yang namanya Game online, bahkan saat itu anak-anak seumuran kami masih belum ada yang megang hape. Yups... kami lah anak-anak yang mencari kegembiraan lewat alam. Mandi di sungai seharian tanpa perduli kulit akan hitam legam kayak arang, naik ke gunung tanpa sedikitpun rasa takut, menceburkan diri ke sungai melalui jembatan, Hah... *tarik nafas... buang* it's so fun guys. Saat itu kegembiraan itu begitu sederhana.

Aku kurang tau siapa yang lebih gembira, anak-anak di kota besar atau kami yang dulu di pedesaan. Yah... Jika kalian mampir ke tempat game online, hal yang biasa aja kalau kata-kata kotor keluar dari anak yang berseragam putih merah yang sedang main game, (klo aku yang kedapatan ngucap kata kotor, udah di tampari pasti). Dan jangan heran lagi kalau nemu dua orang gadis SMP yang ngomongin cowok saat buka-buka jejaring sosial. Yah... Itu lah hidup jaman sekarang. Jadi kalian biasa nilai sendiri, siapa yang lebih bahagia?

Aku masih ingat waktu aku masih duduk di sekolah dasar dulu, waktu itu di bulan puasa. Kami naik ke bukit cuy, pada saat itu di antara kami ga ada yang ga puasa. Puasa memang udah kayak kewajiban bagi anak-anak seumuran kami klo ga mau di ketawaain teman-teman. Yah... Kalian bisa bayangin dong, anak-anak yang sedang puasa naik bukit panas-panasan, pasti ada yang ga tahan. Waktu itu tujuan kami adalah benteng jaman perang dulu, benteng ni cuma tersisa berupa gundukan tanah gitu di atas bukit, sangat tradisional memang, dan sama sekali bukan permanen. Yah... Namanya juga anak-anak, anything can be fun. 

Saat mencapai bukit, di antara temanku sudah ada yang minta pulang, haus memang sudah mendera kami saat itu. Yah... mau tak mau kami harus menghentikan penjelajahan kami.

Namun, Ternyata ada yang lebih menarik perhatian kami dalam perjalanan pulang. Tak lain dan tak bukan adalah sebuah sungai yang jernih yang tak jauh dari perkampungan. Kalian bisa bayangkan kan apa yang terjadi kemudian. Yups... Kami pun mandi sepuasnya, padahal orang puasa tak seharusnya boleh mandi berendam di air, tapi kami cuma anak-anak saat itu, yang kami tau hanya puasa ga makan dan ga minum, bukan ga boleh mandi lama-lama. 

Tak perduli panas terik membakar kulit telanjang kami, kami asyik aja mandi hingga sore menjelang. Bahkan kami tak perduli seberapa banyak air yang sudah sengaja atau tidak yang kami minum. Kegembiraan ada lah segalanya. hahahaha... it's so fun guys...

Sampai ke rumah, mata merah dan kulit udah udah kayak buruh bangunan. Namun ibuku tak bertanya soal itu. Mungkin bagi dia selama aku tak mengeluh kelaparan saat puasa, she never mind it.  I'am just a child.

Yah... kenangan itu sungguh menyenangkan, cerita anak-anak dari kampung.

Aku jadi rindu kampungku, gua-gua yang dulu sering kami kunjungi (walau ga berani masuk), bukit-bukit yang kami daki), sungai-sungai tempat kami mandi, aku rindu semua itu. Kegembiraan yang sempurna bagi anak-anak seumuran aku saat itu. 

Ini salah satu danau di desaku. Sungguh benar-benar tak seindah dulu. 

Sudah hampir tiga tahun aku ga pulang kampung semenjak kepindahan kami ke Serdang Bedagai. Dan mungkin udah lima tahun aku ga pernah mengunjungi Danau Tao yang dulu menjadi salah satu favorit warga-warga sekitar. Hm... Danau itu sungguh jauh berubah... Mungkin suatu saat aku akan berkunjung lagi...

Ohya, hampir lupa, nama desaku Pasar Matanggor, Kecamatan Batang Onang. Hehehe... Miss u

Demikian sepenggal cerita aku... Mana ceritamu???

Minggu, 25 Maret 2012

Modiz Collection

Tiga hari lalu aku mampir ke toko yang salah satu ownernya adalah partner goyang jempol ku, sebut saja Roya Friskila (nama disebutkan). Ini merupakan kunjungan kali ketigaku ke tempat itu, yang mana sebelumnya aku berkunjung di saat collection yang mereka punya masih terbungkus rapi dalam karung. Waktu itu tangan ini udah pengen bongkar jualan orang aja. Yah, siapa tau nemu baju yang keren dan di kasih diskon 75% sebagai pelanggan pertama. hahahha.... Tapi niat itu aku urungkan saja, secara awak belum dapat restu dari yang punya, "belum di data" katanya.*maklumlah pengusaha*

Namun kedatangan kali ini aku bisa melihat semua koleksi di toko milik temanku ini, nama tokonya Modiz Collection. Sebenarnya kedatangan ku kali ini benar-benar tidak ingin membeli, niatnya cuma mau beli buku yang lagi bazar di dekat toko ModiZ. Tapi takdir berkata lain, begitu mampir ke toko Modiz, niat buat ngubek-ubek koleksi di toko itupun muncul, aku kalap, padahal waktu itu duit di kantong cuma Rp.100.000,- pas, niatnya uang itu buat nambah-nambahin beli baju wisuda. Tapi satu buah jeket mengalihkan duniaku, aku pasrah. Dan akhirnya aku beli juga tu jaket.

Ohya, hampir lupa, waktu itu aku datang dengan temanku. Dan entah kenapa saat itu juga aku berhasil menghasut teman ku ini untuk beli satu jeket juga, hahaha... Paling tidak kami mendapatkan potongan harga karena beli dua. 

Dan ritual wajib itupun dilaksanakan. Jreng... jreng...jreng... Kami pun poto-poto dengan jaket baru yang baru saja menguras dompetku. Yup... Kamipun bergaya layaknya model of Modiz Collection. 

Yah... Bagi teman-teman yang pengen melihat Modiz Collection. Datang aja lah langsung ke lokasi.

Keterangan:
Toko ini selain menjual pakaian pria dan wanita, juga menjual beragam asesoris wanita. 

Dibalik layar:
Sudah tiga hari berturut-turut aku make jeket yang ku beli dari Modiz tu. Dan sama sekali belum aku cuci. hahaha... Biar lah.
 

Selasa, 20 Maret 2012

Horor Semalam


Peta Kamar ku
Tadi malam ada kejadian yang bikin aku takut semalaman. Walau sebenarnya yang ngalamin bukan aku, tapi kejadian ini cukup bikin aku guling-guling saat tidur. Kejadiannya begini;

Malam itu aku lagi asyik makan bakso di kamar abang ku. Yang beli kebetulan abang ku, baksonya ga enak sama sekali, karena ada campuran saos di dalamnya. Aku ga suka saos guys.

Jadi pada saat itu abangku lagi entah ngapain sampah di depan kamarnya. Eh tiba-tiba dia merasa ada yang lewat di belakangnya, menuju ke kamarku, saat itu kamarku memang lagi terbuka lebar. Pas dia liat siapa yang lewat, yang dilihatnya adalah orang yang mirip aku *walau cuma dari belakang*. Abang aku sadarlah kan, dia tau klo aku lagi ada di kamarnya. Pas dia liat ke kamarku. Eh ga ada siapa-siapa… nah lo… Dia langsung bilang amaku la kan. Gilak… takut kali la awak. Langsung ku cek la kamarku, liat sana-sini, siapa tau yang masuk tadi maling, tapi ternyata di sana tak ada jejak sama sekali. Dan akupun makin takut guys…

Aku buru-buru ambil hape ku, dan ngibrit lari ke kamar abang ku. Aku  harus menenangkan diri. Ini terlalu horor bagi pengangguran ganteng kayak gw. *tarik napas… buang*

Tapi ada yang aneh lagi guys. Ketika masih dalam ketakutan, aku langsung smsin tiga orang kawan ku. Yang dua orang  begini isinya;
“Kampret la abangku. Katanya ada orang yang mirip aku masuk ke kamarku lewat di belakangnya. Padahal aku lagi di kamarnya”
Balasan sms kawanku ini berbeda-beda. Yang cewek balas begini;
“ Emang dia g tau klo kau lagi dikamarnya? Udah kw cek kamarmu? Nanti maling aja”
Langsung aku balas dong;
“Tau dia aku lagi di kamarnya makanya dia heran dan langsung liat ke kamarku. Dan ga mungkin maling, kau taulah kamarku itu jalan buntu. Jadi ga mungkin bs lari dari pengeliatan abangku.”
Trus dibalas lagi;
“Hmm..., jadi sekarang masih di kamar abangmu atau udah balek ke kamarmu? Serem amat”
Nah… paling tidak ne cewek masih waras pkir ku… Hahaha… Aku jadi lebih tenang. Tapi, kawan aku yang koplak satu lagi pun balas sms. Dan smsnya malah bikin aku makin merinding *kamvrettt*;
“Keren. Abangmu emang ngerti yang gt2 ya?”
Ne kawan memang selalu tertarik ama yang beginian, jadi tadi malam aku nyesel sms dia. Ckckckc… tapi ada lagi tambahan sms nya;
“Bapakku pernah liat cewe mainin laptopku di kamar. Gpp. Mungkin emang yang tinggal di situ. Atau qorinmu. Jin pendampin. Ih… Melotot di belakangmu.”
Nah kan, kalian udah tau lah kamvretnya kawanku yang satu ini. Koplak se koplak koplaknya.

Tapi ada satu sms lagi yang bikin aku makin gilak lagi. Ku sms kawan ku, dengan harapan dia bisa nginep di kos ku. Isi sms ku begini;
“lagi di mana bro?”
Ne sms lama bener ga dibalas. Di balasnya pas aku udah merasa tenang dan kembali lagi menyendiri di kamarku. Tapi pertama dia nelpon. Dia piker mungkin lg ada yang penting kali ya. Soalnya aku jarang sms dia klo memang lagi ga ada yang penting. Waku itu aku lagi di kamar mandi. Jadi ga bsa ku angkat. Trus ku sms lagi la kawan ku itu;
“Udah ga ada apa-apanya. Tadi aku mau ngajak  kau nginep di kosku. Soalnya tadi ada kejadian horor.”
Nah tiba-tiba si kawan nelpon balik, mungkin gara-gara penasaran ceritanya gimana kali ya? *cerita seperti ini memang selalu menyita banyak perhatian*. Kira-kira pembicaraan kami begini;
Dia: Halo, kenapa rupanya bang nu?
Aku: Ga ada apa2nya, td aku mau ngajak kau ngnep di kos ku. Tapi ga usah jadi lagi?
Dia: kek mana rupanya tadi?
Aku: udahlah, matikan aja, ntar ku sms… *kami dua berbeda operator cuy… jadi pasti mahal pikirku*
Trus ku sms la kawanku ne. Ku ceritakan dengan seksama. Namun,  aku harus siap-siap terkejut dengan apa yang di pikirkan kawanku yang satu ini di otaknya. Balasannya begini;
“ Perasaan abangmu aja tu bang nu. Tapi klo cerita kayak gt aku pernah denger sih. Banyak berdoalah kau bang nu. Jangan pergi2 yang buat resiko.”
Nah, kalian bisa liat kan kalimat terakhirnya… itu membuat aku terkejut minta ampun. Aku Shock... Gilak… pikirku… ne anak mikirnya sampe  segitunya…. Ckckck…  pas aku minta penjelasan kata-kata terakhirnya, sms ku ga dibalas lagi tw ga. Huh…
Malam itu aku harus tidur dalam ketegangan yang mencurigakan. Aneh dan asing…

Template by:

Free Blog Templates