Jumat, 27 April 2012

Dilema Sarjana


Sebenarnya aku lagi ga niat banget buat posting. Mungkin karena telah terjadi kekacauan di otak kanan ku. Mungkin akibat masa transisi dari mahasiswa jadi sarjana kali ya? Jadi ada sedikit peralihan antara pemikiran waktu zaman kuliah dengan pemikiran setelah mendapat gelar sarjana.

Yups… aku sudah sarjana sekarang. Sarjana yang menjadi tujuan orang berlomba-lomba untuk dapat duduk di bangku kuliah. Tapi menjadi sarjana itu tidak mudah kawan. Bebannya lebih berat, sarjana itu di mana kau di pacu oleh waktu; sehari, dua hari, seminggu, dua minggu, sebulan, dan seterusnya. Jika jumlah waktu yang telah kau lewati masih belum di barengi oleh kata “I am a employer”. Judul sarjana mu akan semakin menciut seiring dengan berjalannya waktu. Yah… itu lah yang ku bilang beban buat sarjana. Hmm… lebih tepatnya ku bilang tanggung jawab jadi sarjana.

Yah… aku berharap aku bisa dapat pekerjaan secepatnya lah. Hahhaa… doain ya?? Walau postingan ini terkesan curhat tapi yah, ini memang curhat. Hahaha…. 

8 komentar:

Rizky Erim mengatakan...

nebeng curhatannya ya nu, haha..

Rafli Ubit Pinka mengatakan...

kamprett isinya segini doang
hahaha

Anoe mengatakan...

yah... gitu deh..
hahahhaa

Anoe mengatakan...

hahahhaa
masalah buat loh??

Teguh Budi mengatakan...

semopga cepet kerja

Kepala Divisi Konsumsi Atlantis mengatakan...

aku bingung kalo mau ngomentarin yang begini <- songong
aku hanya bisa berdoa semoga kau, anwar hasibuan, segera dapet kerja yang layak dan memuaskan. biar bisa beli dvd player baru dan menafkahi anak kita. hesti percaya abang bisa mendapatkannya. :')

Anoe mengatakan...

thanks sob

Anoe mengatakan...

gogol...
komenmu memuakkan...
tapi unyu..
hahahha

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates